Penelitian: Pecinta Kucing Hidup Lebih Bahagia

Beberapa orang memang mengeluh alergi bulu, sehingga tidak bisa memilihara kucing, tapi ada hal penting yang perlu kamu ketahui.

Rupanya, menyukai kucing punya manfaat yang akan membuat hidup menjadi lebih bahagia dan panjang umur.

Dilansir dari Healthline, penelitian yang dilakukan di Australia ini menemukan fakta bahwa pemilik kucing memiliki kesehatan psikologis yang lebih baik dibanding mereka yang tidak memiliki hewan pemeliharaan. Tingkat stres seseorang yang memelihara kucing juga tergolong lebih rendah.

Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa pemilik hewan peliharaan merasakan hidupnya jadi lebih bahagia, percaya diri, dan jarang gelisah. Mereka juga merasakan lebih baik soal kualitas tidur dan sikap saat menghadapi masalah.

Bahkan untuk anak-anak, mempunyai peliharaan kucing juga manfaat baik. Anak-anak yang mempunyai hewan peliharaan akan punya kualitas hidup lebih baik, lebih bahagia, dan bisa belajar bertanggung jawab.

Semakin dekat hubungan anak dengan hewan peliharaan, semakin baik kesehatan emosional anak. Misalnya, anak lebih bersemangat di sekolah dan tidak mudah merasa kesepian bahkan saat sendirian.

Mungkin beberapa orang tua merasa khawatir terhadap penyakit yang mungkin bisa ditularkan oleh kucing.

Namun, selama kebersihan dan kesehatan kucing peliharaan dijaga, risiko penyakit lebih kecil dan tidak perlu khawatir tentang kesehatan anak.

PPDB Sistem Jarak Merugikan Siswa Cerdas? Cara Ini Mungkin Bisa Menjadi Solusi

Kapasitas sekolah negeri ada batasnya. Tidak ada jaminan, seseorang pasti diterima di sekolah negeri, walau pun dia telah memilih sekolah paling dekat, bila peminat yang rumahnya lebih dekat ke sekolah tersebut melebihi daya tampung sekolah.
 
Solusinya: Setiap Kepala Désa atau Lurah, diminta melapor ke Dinas Pendidikan tentang satu SMA yang paling dekat dengan wilayahnya. Itulah yang disebut zona sekolah. Seléksi dilakukan untuk peminat di dalam zona dengan menggunakan nilai UN, bukan jarak.
 
Siswa di dalam zona yang “terpental” (tidak diterima) boléh bertarung di putaran ke 2 dengan siswa lain di luar zona untuk memperebutkan jatah 15%, juga dengan menggunakan nilai UN.
 
Cara ini adalah kompromi jalan tengah untuk upaya membuat semua sekolah sama favorit, sekaligus menghargai siswa yang sudah mati-matian belajar dan mengikuti Bimbel. Juga tidak perlu répot-répot mengukur jarak dari rumah ke sekolah menggunakan Google Maps.
 
Saya siap membantu bila diminta membuat aplikasi PPDB menggunakan sistem ini. Jangan pikirkan bayaran. Untuk negara, gratis pun boléh lah. Aplikasi dipasang di setiap sekolah. Bisa dibuat private (hanya operator sekolah yang bisa mengoperasikan), bisa juga dibuat public (pendaftaran online).
Di provinsi, dipasang satu sérver untuk berkomunikasi dengan sérver-sérver sekolah melalui web service. Data yang disimpan di sérver provinsi adalah Nomor UN, nama siswa, nilai UN, dan status di sekolah mana siswa tersebut telah mendaftar.